HARTANUTA :
Sabtu, 20-12-2025 M.
[19/12 22.01] +62 878-:
Mbah uling Nang mbeteng Rowo, Makom e samping masjid mbeteng Rowo kiyai Ishak Nang Beron
[20/12 04.13] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
*Kisahnya tidaklah Sesederhana itu ... !*
* Siluman Wuling Putih Raksasa muncul 2x yakni Era Mbah Thowiso dan Mbah Sunan Bejagung Lor, lalu ± 200 tahun kemudian muncul Generasi Wuling Berikutnya di Era Mbah Abu Ishaaq Madyani.
* Samping Masjid Beteng Rowo itu ada 2 Bangkai Siluman Wuling Putih Raksasa.
* Debit Air justeru semakin berkurang.
* Dulu berlimpah mengairi Areal Sawah : Selatan Tanggul hingga Lampah-Sumberjo, Campedan Tapang Campurejo, Banjararum, Prambon Wetan hingga merambah sekian ℅ wilayah Widang.
* Dewasa ini saat kemarau, aliran air sudah berhenti di Tlapakan Punggulrejo.
* Bukti pendangkalan sangat jelas sampai2 Hamparan Air Bagian Timur dan Selatan Pemandian Umum Bangunan Bentuk Kubus/ Bujur Sangkar, airnya sangat dangkal dan kini dihurug menjadi Jalan dan Hurugan Taman Kolam Baru yg sedang dalam proses pembangunan.
[20/12 04.20] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
Detailnya, lengkapnya ada di :
👇
https://suhupspbrz21ponpesberon.blogspot.com/search/label/Telaga%20Beron?m=0
* Bagi yg gak suka baca tulisan, ya monggooo Belajar Tlaten Baca, lha wong dasarnya *IQRO" (إقرأ)* koook.
* Yg fleksibel itu, tayangan Model Manapun Asal Positif & Halaal Ya No Problem alias Enjoy2 Ajjeee: Video, Text & Video, Text, Voice Note, Tik Tok, dll.
[20/12 06.43] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21:
Pemerintah Kolonial Hindia Belanda gak punya tanah di Nusantara.
* Justeru telah merampas paksa.
* Hadiah yg diterima oleh Mbah Abu Ishaaq Madyani bukanlah sesuatu yg patut dibanggakan jikalau semata2 karena memburu hadiahnya.
* Justeru Mbah Abu Ishaaq Madyani melakukan penaklukan Siluman Wuling Putih Raksasa itu bagian dari merebut kembali Sejengkal Tanah yg telah diambil paksa oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
* Di situlah letak mulianya Mbah Abu Ishaaq Madyani sekaligus ke depannya Air Telaga itu bisa dikonsumsi oleh Penduduk Nusantara untuk Aneka Kebutuhan.
* Dalam urusan irigasi, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memang Pakarnya namun pada saat itu tentunya lebih banyak ditujukan untuk Kepentingan Mereka.
* Tugas Kita, merawatnya bagaimana caranya agar Air Telaga Beron Tidak Habis Dalam Waktu Singkat karena sudah banyak contohnya yg mengalami Nasib Tragiiiiiiissssssss.
* Yg jelas Air Telaga Beron, tidak hanya dikonsumsi oleh Penduduk Beron & Beteng Rowo saja, namun lebih dari itu.
و الحمد للّه ربّ العالمين
صلّى اللّه على محمّد


No comments:
Post a Comment