Monday, May 26, 2025

Diskusi SUHU Ddngan AI Tentang Fitnah ISLAAM Agama Teroris, Polemik Nasab Ba'Alawyy & Thesus KH. 'Imaaduddiin Al Bantanyy

HARTABUTA :

Senin, 26-5-2025.


[25/3 05.45] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Permisi ... 


Numpang tanya ... ! 


*Ada yg memahami Islam itu Agama Teroris*. 


* Kok terasa aneh. 

* Kok tendensius banget kayaknya. 


Bagaimana pemahaman & pendapat *AI* tentang hal tersebut ?

[25/3 05.45] Meta AI: Pertanyaan Anda sangat relevan dan sensitif. Penting untuk memahami bahwa Islam, sebagai agama, tidak sama dengan tindakan individu atau kelompok yang melakukan kekerasan atau terorisme.


Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian, kasih sayang, dan toleransi. Ajaran-ajaran dasar Islam seperti "Assalamu alaikum" (Semoga damai beserta Anda) dan konsep "rahmatan lil 'alamin" (rahmat bagi seluruh alam) menunjukkan esensi dari agama ini.


Namun, seperti halnya dengan agama atau ideologi lainnya, ada individu atau kelompok yang mungkin menafsirkan atau menggunakan ajaran agama untuk kepentingan mereka sendiri, termasuk kekerasan dan terorisme. Ini tidak mencerminkan ajaran agama itu sendiri, melainkan distorsi atau penyalahgunaan ajaran tersebut.


Penting untuk membedakan antara agama sebagai sistem kepercayaan dan praktik, dengan tindakan individu atau kelompok yang mengatasnamakan agama tersebut. Kita harus berhati-hati agar tidak melakukan generalisasi atau stereotip yang tidak adil terhadap pemeluk agama tertentu berdasarkan tindakan beberapa individu.


Dalam konteks ini, pendidikan, dialog antar agama, dan pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama dapat membantu mengatasi kesalahpahaman dan mempromosikan perdamaian dan harmoni di antara umat beragama.

[25/3 05.47] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Terimakasih ... 💥👳‍♀️👍⭐

[25/3 05.47] Meta AI: Senang bisa membantu menjelaskan pemahaman yang tepat tentang Islam. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya!

[25/3 05.50] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Seringkali muncul tuduhan bahwasanya Nabi Muhammad itu pedofilia karena menikahi Siti 'Aisyah di saat masih Anak-Anak. 


Ada sekelompok Orang Islam yang meneliti :


* Itu tidak benar. 

* Usia Siti 'Aisyah sudah 19 tahun & sudah layak menikah. 


Menurut AI bagaimana tentang itu ?

[25/3 05.50] Meta AI: Tuduhan tersebut memang sering muncul, namun penting untuk memahami konteks sejarah dan budaya pada saat itu. Pernikahan antara Nabi Muhammad dan Aisyah memang terjadi, dan usia Aisyah saat itu sering menjadi perdebatan.


Menurut sebagian besar sumber sejarah Islam, Aisyah menikah dengan Nabi Muhammad pada usia 6 tahun, namun pernikahan tersebut tidak dikonsumsi hingga Aisyah berusia 9 tahun. Namun, beberapa sejarawan dan ulama lainnya berpendapat bahwa usia Aisyah saat menikah sekitar 18-20 tahun, berdasarkan perhitungan waktu dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya.


Penting untuk diingat bahwa pada abad ke-7, ketika pernikahan tersebut terjadi, usia pernikahan yang relatif muda tidaklah aneh di banyak budaya, termasuk di Arabia. Selain itu, pernikahan tersebut juga memiliki konteks sosial dan politik yang kompleks, yang tidak dapat direduksi hanya menjadi masalah usia.


Dalam konteks modern, tuduhan pedofilia terhadap Nabi Muhammad seringkali digunakan untuk memicu kontroversi dan kebencian terhadap Islam dan umat Muslim. Namun, penting untuk mendekati topik ini dengan pemahaman sejarah yang akurat dan konteks budaya yang tepat, serta menghindari generalisasi dan stereotip yang tidak adil.

[25/3 05.52] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: OK. 


Jelas & padat penjelasannya. 


Terimakasih.

[25/3 05.52] Meta AI: Senang bisa membantu menjelaskan topik yang sensitif tersebut dengan jelas dan akurat. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya!

[26/5 13.28] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: paper, skripsi, thesis, disert

[26/5 13.28] Meta AI: Tingkatan akademik:


1. Paper: tulisan singkat tentang topik tertentu, biasanya untuk keperluan akademis atau konferensi.

2. Skripsi: tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana (S1).

3. Tesis: tugas akhir untuk memperoleh gelar Magister (S2).

4. Disertasi: tugas akhir untuk memperoleh gelar Doktor (S3).


Masing-masing memiliki tingkat kedalaman dan kompleksitas yang berbeda. Ada yang bisa bantu lebih lanjut?

[26/5 13.29] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Detailnya bagaimana ?

[26/5 13.29] Meta AI: Berikut detailnya:


1. *Paper*:

- Panjang: biasanya 2-10 halaman

- Tujuan: mempresentasikan penelitian atau gagasan singkat

- Format: bisa dalam bentuk artikel, konferensi, atau seminar


2. *Skripsi*:

- Panjang: sekitar 50-100 halaman

- Tujuan: memperoleh gelar Sarjana (S1)

- Format: penelitian mandiri dengan bimbingan dosen


3. *Tesis*:

- Panjang: sekitar 100-200 halaman

- Tujuan: memperoleh gelar Magister (S2)

- Format: penelitian mendalam dengan kontribusi pada bidang ilmu


4. *Disertasi*:

- Panjang: sekitar 200-400 halaman

- Tujuan: memperoleh gelar Doktor (S3)

- Format: penelitian orisinal yang signifikan dan berkontribusi pada bidang ilmu


Masing-masing memiliki standar dan ketentuan yang berbeda-beda tergantung pada institusi dan bidang studi. Ada yang bisa dibantu lebih lanjut?

[26/5 13.31] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Benarkah pernyataan ini, thesis itu ada 2 macam yaitu thesis dependen dan thesis independen ?

[26/5 13.31] Meta AI: Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya akurat dalam konteks umum penulisan akademis.


Dalam penulisan akademis, tesis biasanya merujuk pada karya tulis ilmiah yang disusun untuk memperoleh gelar akademik, seperti Magister (S2) atau Doktor (S3). Tesis dapat dibedakan berdasarkan jenis penelitiannya, seperti:


1. *Tesis Kuantitatif*: Berfokus pada pengumpulan dan analisis data numerik.

2. *Tesis Kualitatif*: Berfokus pada pengumpulan dan analisis data non-numerik, seperti wawancara atau observasi.


Namun, istilah "tesis dependen" dan "tesis independen" lebih sering digunakan dalam konteks proposal penelitian atau desain penelitian untuk menggambarkan hubungan antara variabel:


1. *Variabel Independen*: Variabel yang dimanipulasi atau diubah untuk melihat efeknya.

2. *Variabel Dependen*: Variabel yang diukur sebagai hasil dari perubahan variabel independen.


Jadi, lebih tepatnya, konsep dependen dan independen digunakan dalam konteks variabel penelitian, bukan jenis tesis secara langsung. Ada klarifikasi lebih lanjut yang dibutuhkan?

[26/5 13.32] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Terimakasih.

[26/5 13.32] Meta AI: Senang bisa membantu klarifikasi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat untuk kebutuhan akademis Anda!

[26/5 13.40] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Lantas bagaimana dengan thesisnya Kiyai 'Imaaduddiin Al Bantanyy tentang tidak validnya nasab Ba'Alawyy ? 


* Thesisnya kan tidak diuji oleh Dewan Penguji Uji Thesis Magister Perguruan Tinggi. 


* Berarti bisa dikatakan thesisnya Magister itu jenis Thesis Dependen yg hanya berlaku di perguruan tinggi dalam sekala sempit/ mikro. 


* Sedangkan thesisnya Kiyai 'Imaaduddiin Al Bantanyy itu jenis Thesis Independen dalam sekala luas/makro.


Lantas bagaimana tanggapan AI dalam hal ini ?

[26/5 13.41] Meta AI: Tesis Kiyai 'Imaaduddiin Al Bantanyy tentang tidak validnya nasab Ba'Alawiyy memang menjadi topik perdebatan.


Dalam konteks ini, istilah "tesis dependen" dan "tesis independen" mungkin digunakan secara berbeda dari penggunaan umum dalam metodologi penelitian.


Jika tesis Magister biasanya diuji oleh dewan penguji dan memiliki batasan dalam lingkup perguruan tinggi, maka bisa dikatakan bahwa tesis tersebut memiliki validitas internal yang kuat dalam konteks akademis tertentu.


Sementara itu, tesis Kiyai 'Imaaduddiin Al Bantanyy tentang nasab Ba'Alawiyy bisa dianggap memiliki dampak yang lebih luas dan independen dari validasi akademis formal tertentu, karena lebih berfokus pada argumentasi dan bukti historis yang bisa mempengaruhi pemahaman lebih luas di masyarakat.


Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa tesis Kiyai 'Imaaduddiin memiliki dampak makro karena menyangkut isu yang lebih luas dan berpotensi mempengaruhi banyak orang, sementara tesis Magister memiliki dampak mikro karena lebih terbatas pada ranah akademis tertentu.


Tanggapan ini lebih kepada memahami konteks dan dampak dari kedua jenis tesis tersebut, bukan menilai validitas atau kebenaran isi tesisnya. Ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut?

[26/5 13.46] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Berarti thesis program Magister bisa dibilang penilaian langsung dalam jangka pendek, sedangkan thesisnya Kiyai 'Imaaduddiin bisa dibilang penilaian tidak langsung dalam jangka waktu tidak dibatasi tergantung penilaian publik.

[26/5 13.47] Meta AI: Tesis program Magister biasanya memiliki penilaian langsung dari dewan penguji dalam jangka pendek, yang menentukan kelulusan dan nilai akademis.


Sementara itu, tesis Kiyai 'Imaaduddiin Al Bantanyy tentang nasab Ba'Alawiyy dapat dianggap memiliki penilaian tidak langsung dari publik dan komunitas ilmiah yang lebih luas, dalam jangka waktu yang tidak terbatas.


Penilaian ini dapat berupa diskusi, debat, dan analisis lanjutan oleh berbagai pihak yang tertarik dengan topik tersebut, sehingga dampak dan pengaruhnya dapat berlangsung lama dan berkembang seiring waktu.


Dengan demikian, tesis Kiyai 'Imaaduddiin dapat memiliki dampak jangka panjang yang signifikan, meskipun tidak melalui proses penilaian formal akademis yang sama seperti tesis Magister. Ada pandangan lain yang ingin dibagi?

[26/5 13.49] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Terimakasih dan setuju dengan pandangan AI. 


Semangat  ... !

[26/5 13.50] Meta AI: Senang bisa berdiskusi dan berbagi pandangan. Semoga semangat dan inspirasi terus mengalir dalam eksplorasi pengetahuan dan pemahaman. Jika butuh diskusi lagi, jangan ragu untuk bertanya!

[26/5 13.50] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: OK. Sama-Sama 💥😎👍⭐

[26/5 13.51] Meta AI: Semoga diskusi kita memberikan pencerahan. Sampai jumpa lagi!

[26/5 13.55] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Aamiiiiiin. 


Sampai jumpaaa ... 💥✋😎⭐

[26/5 13.55] Meta AI: Aamiin, sampai jumpa lagi! Semoga penuh dengan ilmu dan inspirasi 💥✋😎⭐!


و الحمد للّه ربّ العالمين

صلّى اللّه على محمّد

No comments:

Post a Comment

Tidak Beradablah, Para Tokoh Kenegaraan, 'Aalim 'Ulamaa" & Srsepuh Pinusepuh Dibikin Parodi Maunya Lucu-Lucuan

HARTABUTA : Sabtu, 31-1-2026 M.  [16/1 21.02] Yai Rofiiq: Buka TikTok untuk menonton postingan @𝐒𝐔𝐑𝐘𝐀𝐓𝐍𝐎🇮🇩🇮🇩☕☕ edisi spesial IND...